Persyaratan untuk Menjadi Kuasa Hukum pada Pengadilan Pajak.
Unduh / Lihat PDFAbstrak PDF (Indonesia)
MENTERIKEUANGAN REPUBLlK INDONESIA SALIN AN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 184/PMK.01/2017 TENTANG PERSYARATAN UNTUK MENJADI KUASA HUKUM PADA PENGADILAN PAJAK fvienimbang DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa ketentuan mengenai persyaratan untuk menjadi kuasa hukum pada Pengadilan Pajak telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 61/PMK.0 1/2012 tentang Persyaratan untuk Menjadi Kuasa Hukum pada Pengadilan Pajak; b. bahwa untuk memberikan kepastian hukum terkait kewenangan pengawasan terhadap Kuasa Hukum pada Pengadilan Pajak dan memberikan kemudahan dalam pengaturan terkait pelaksanaan pengawasan tersebut, perlu dilakukan penyesua1an terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam huruf a; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b serta untuk melaksanakan ketentuan Pasal 34 ayat (2 ) Undang Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Persyaratan untuk Menjadi Kuasa Hukum pada Pengadilan Pajak; g i www.jdih.kemenkeu.go.id l\iengingat I\�enetapkan - 2 - Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4189); MEMUTUSKAN: PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PERSYARATAN UNTUK MENJADI KUASA HUKUM PADA PENGADILAN PAJAK. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Pengadilan Pajak adalah badan peradilan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman bagi Wajib Pajak atau penanggung pajak yang mencari keadilan terhadap sengketa paj ak. 2. Kuasa Hukum adalah orang perseorangan yang dapat mendampingi atau mewakili para pihak yang bersengketa dalam beracara pada Pengadilan Pajak. 3. Ketua adalah Ketua Pengadilan Pajak. 4. Undang-Undang Pengadilan Pajak adalah Undang Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak. 5. Surat Kuasa Khusus adalah surat kuasa yang diberikan oleh para pihak yang bersengketa di Pengadilan Pajak kepada Kuasa Hukum untuk mendampingi atau mewakili para pihak yang bersengketa dalam beracara pada Pengadilan Pajak. BAB II PERSYARATAN UNTUK MENJADI KUASA HUKUM Pasal2 Setiap orang perseorangan untuk menjadi Kuasa Hukum pada Pengadilan Pajak harus memenuhi persyaratan umum dan persyaratan khusus. www.jdih.kemenkeu.go.id -3 - Pasal3 Persyaratan umum untuk menjadi Kuasa Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 sebagai berikut: a. merupakan warga negara Indonesia; dan b. mempunyai pengetahuan yang luas dan keahlian tentang peraturan perundang-undangan perpajakan. Pasal4 Pengetahuan yang luas dan keahlian tentang peraturan perundang-undangan perpajakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b dibuktikan dengan: a. ijazah SarjanajDiploma IV di bidang administrasi fiskal, akuntansi, perpajakan, dan/ a tau kepabeanan dan cukai dari perguruan tinggi yang terakreditasi; atau b. ijazah Sarjana/Diploma IV dari perguruan tinggi yang terakredi tasi selain dalam bidang se bagaimana dimaksud dalam huruf a yang dilengkapi dengan salah satu bukti tambahan sebagai berikut: 1. ijazah Diploma III perpajakan dan/ a tau kepabeanan dan cukai dari perguruan tinggi yang terakreditasi; 2. brevet perpajakan dari instansi atau lembaga penyelenggara brevet perpajakan; 3. sertifikat keahlian kepabeanan dan cukai dari instansi atau lembaga pendidikan dan pelatihan kepabeanan dan cukai; atau 4. surat atau dokumen yang menunjukkan pengalaman pernah bekerj a pad a instansi pemerin tah di bidang teknis perpajakan dan/ a tau kepabeanan dan cukai. Pasal 5 Persyaratan khusus untuk menjadi Kuasa Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 sebagai berikut: a. mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak; b. mempunyai bukti tanda terima penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi untuk 2 (dua) tahun terakhir; www.jdih.kemenkeu.go.id - 4 - c. memiliki Surat Keterangan Catatan Kepolisian; d. tidak berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil atau pej a bat negara; e. menandatangani pakta integritas; f. telah melewati jangka waktu 2 (dua) tahun setelah diberhentikan dengan hormat sebagai Hakim Pengadilan Pajak untuk orang yang pernah mengabdikan diri sebagai Hakim Pengadilan Pajak; dan g. memiliki izin kuasa hukum. Pasal6 Tata cara untuk memperoleh 1z1n kuasa hukum pada Pengadilan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf g diatur secara tersendiri oleh Ketua dengan mendasarkan pada ketentuan dalam Undang-Undang Pengadilan Pajak. BAB III KETENTUAN PENUTUP Pasal 7 (1) Permohonan izin kuasa hukum yang telah diajukan dengan lengkap sebelum berlakunya Peraturan Menteri 1n1, diselesaikan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 61/PMK.0 1/2012 tentang Persyaratan untuk menjadi Kuasa Hukum pada Pengadilan Pajak. (2) Kuasa Hukum yang telah memiliki izin kuasa hukum yang diterbitkan sebelum berlakunya Peraturan Menteri ini, izin kuasa hukum tersebut tetap berlaku sampa1 dengan masa berlaku izin kuasa hukum tersebut berakhir. Pasal8 Pada saat Peraturan Menteri 1n1 mulai berlaku, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 61/PMK.0 1/20 12 tentang Persyaratan untuk Menjadi Kuasa Hukum pada Pengadilan Pajak (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 461), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. www.jdih.kemenkeu.go.id - 5 - Pasal 9 Peraturan Menteri ini mulai berlaku setelah 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal diundangkan. www.jdih.kemenkeu.go.id I • - 6 - Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. C-iundangkan di Jakarta pada tanggal 5 Desember 2017 Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 4 Desember 2017 MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. SRI MULYANI INDRAWATI CIREKTUR JENDERAL PERATURANPERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd. \\7IDODO EKATJAHJANA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2017 NOM OR 1736 Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Umum u. b. ---------=.:::.:r:--.:- ala Bagian T. U. Kernen terian www.jdih.kemenkeu.go.id