Nilai Tukar Mata Uang yang Digunakan untuk Penghitungan dan Pembayaran Bea Masuk.
Unduh / Lihat PDFAbstrak PDF (Indonesia)
MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOM OR 227 / PMK. 04 / 2 015 TENTANG NILAI TUKAR MATA UANG YANG DIGUNAKAN UNTUK PENGHITUNGAN DAN PEMBAYARAN BEA MASUK Menimbang DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa ketentuan mengenai nilai tukar mata uang yang digunakan untuk penghitungan dan pembayaran bea masuk telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 114/PMK.04/2007 tentang Nilai Tukar Mata Uang Yang Digunakan Untuk Penghitungan Dan Pembayaran Bea Masuk; b. bahwa untuk lebih memberikan kejelasan dan kepastian hukum atas penggunaan nilai tukar mata �ang untuk penyelesaian kewajiban pabean, perlu mengatur kembali ketentuan nilai tukar mata uang yang digunakan untuk penghitungan dan pembayaran bea masuk; c. bahwa berdasarkan pertimbangan se bagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, serta dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 30 ayat (4) Undang -Undang Nomor . 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 17 Tahun 2006, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan ten.tang Nilai Tukar Mata www.jdih.kemenkeu.go.id Mengingat Menetapkan - 2 - Uang Yang Digunakan Untuk Penghitungan Dan Pembayaran Bea Masuk; Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia N om or 4661); MEMUTUSKAN: PERATURAN MENTER! KEUANGAN TENTANG NILAI TUKAR MATA UANG YANG DIGUNAKAN UNTUK PENGHITUNGAN DAN PEMBAYARAN BEA MASUK. Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Undang-Undang Kepabeanan adalah Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006. 2. Nilai Tukar adalah harga mata uang Rupiah terhadap mata uang asing. 3. Kawasan Pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut, bandar udara, atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. 4. Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang Undang Kepabeanan. www.jdih.kemenkeu.go.id - 3 - 5. Pemberitahuan Pabean adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksana k an kewajiban pabean dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam Undang-Undang Kepabeanan. 6. Menteri adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia. Pasal 2 (1) Bea masuk, cukai, dan/atau pajak dalam rangka impor harus dibayar dalam mata uang Rupiah. (2) Bea masuk sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dihitung berdasarkan nilai dasar penghitungan bea masuk. (3) Nilai dasar penghitungan bea masuk sebagaimana dimaksud pada ayat (2), menggunakan Nilai Tukar yang ditetapkan secara berkala dengan Keputusan Menteri. (4) Nilai Tukar sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dipergunakan juga sebagai dasar penghitungan cukai . dan/ atau pajak dalam rangka impor. Pasal 3 Nilai Tukar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) yang berlaku: a. · untuk Kantor Pabean yang telah menerapkan sistem penerimaan negara secara elektronik, adalah Nilai Tukar yang berlaku 1 pada saat: 1. pemberitahuan pabean 1mpor diserahkan ke Kantor Pabean, dalam hal: a) pengeluaran barang 1mpor dari Kawasan Pabean atau tempat lain dilakukan dengan penyerahan pemberitahuan pabean 1mpor; a tau www.jdih.kemenkeu.go.id - 4 - b) impor barang berupa tenaga listrik, barang cair, atau gas melalui transmisi atau saluran p1pa; 2. diserahkan dokumen pelengkap pabean ke Kantor Pabean, dalam hal pengeluaran barang impor dari Kawasan Pabean atau tempat lain dilakukan dengan penyerahan dokumen pelengkap pabean; a tau 3. dilakukan penetapan tarif dan nilai pabean secara official assessment. b. untuk Kantor Pabean yang belum menerapkan sistem penerimaan negara secara elektronik, adalah N ilai Tukar yang berlaku pada saat: 1. pembayaran dilakukan, jika: a) terdapat pembayaran bea masuk, cukai, dan/ atau pajak dalam rangka impor, dan tidak terdapat penyerahan jaminan; atau b) terdapat pembayaran bea masuk, cukai, dan/atau pajak dalam rangka impor, dan terdapat penyerahan jaminan yang berlaku terus-menerus; 2. pendaftaran pemberitahuan pabean impor, jika: a) tidak terdapat pembayaran bea masuk, cukai, dan/ a tau pajak dalam rangka impor, dan tidak terdapat penyerahan jaminan; b) tidak terdapat pembayaran bea masuk, cukai, dan/ atau pajak dalam rangka impor, dan terdapat penyerahan jaminan yang berlaku terus-menerus; atau c) mendapatkan kemudahan pembayaran berkala; 3. tanggal jaminan diserahkan, jika dalam penyelesaian kewajiban pabeannya terdapat penyerahan jaminan yang berlaku 1 (satu) kali. www.jdih.kemenkeu.go.id - 5 - Pasal 4 Dalam hal mata uang asing yang digunakan lebih dari satu, Nilai Tukar yang digunakan sebagai nilai dasar penghitungan bea masuk merupakan hasil konversi dari 2 (dua) atau lebih mata uang asing ke salah satu mata uang asing yang diberitahukan. Pasal 5 (1) Dalam hal Nilai Tukar dari mata uang as1ng tidak tercantum dalam Keputusan Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3), Nilai Tukar yang digunakan se bagai nilai dasar penghi tung an bea masuk adalah Nilai Tukar spot harian valuta asing yang bersangkutan di pasar internasional terhadap Dollar Amerika Serikat yang berlaku pada penutupan hari kerja sebelumnya. (2) Untuk melakukan penghitungan bea masuk, cukai, dan/ a tau pajak dalam rangka impor yang terutang, Nilai Tukar dari mata uang asmg sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikalikan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3). Pasal 6 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Keuangan Nomor l 14/PMK.04/2007 tentang Nilai Tukar Mata Uang Yang Digunakan Untuk Penghitungan Dan Pembayaran Bea Masuk, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 7 Peraturan Menteri ini mulai berlaku setelah 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal diundangkan. www.jdih.kemenkeu.go.id - 6 - Agar setiap orang mengetahuinya, memerin tahkan pengundangan Peraturan Menteri Ull dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Diundangkan di Jakarta Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 1 6 Des ember 2 0 1 5 MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. BAMBANG P. S. BRODJONEGORO Pada tangga l 17 Desember 2015 DIREKTUR JENDERAL PERATURANPERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd. WIDODO EKATJAHJANA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015 NOMOR 1897 Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Bir �� um , ", K al �" b; T - U - K � " . ep- a B' B, g n w . . ementG:nan I � I \ ' I I � iJ"1'-' vMi..1ol . GIART0 1 '1. _ \ / j NIP 195to4 � 019 � f!j� � Ol ._=.;.- www.jdih.kemenkeu.go.id